Friday, 29 April 2011

Bila Dia Mengkhianati Aku

Sungguh aku tak sangka. Setelah aku bersusah payah memerah keringat dan kudrat aku yang tidak seberapa ini berusaha, berjuang bermati-matian menyediakan kan dia dengan penuh kasih sayang dan penuh mengharap agar dia mampu mmbalas jasa nya kepada aku, mampu memberi kan cahaya kepada aku, serta mampu mengharungi malam yang sunyi dan sepi ini bersama aku, Menemani aku melayari hari-hari terakhir aku disini. Tapi kenapa mesti dia mengkhianati harapan aku? Kenapa? Apa besar sangatkah harapan ku untuk melayari malam ini bersama nya sehingga dia sanggup mengkhinati aku.Aku bukan meminta lebih. Aku cuma mengharap dia mampu memberi kan aku semangat untuk terus berjuang. Apakan daya. Nasib tidak menyebelahi aku. Secawan Kopi yang aku harap mampu menghilang kan rasa mengantukku agar aku mampu belajar hingga tengah pagi telah mengkhianati aku sehingga aku tidak berdaya lagi untuk menahan kan nafsuku. Aku kecundang di tengah jalan. Maafkan aku MR. Mgt. Aku tidak mampu meneruskan kehidupan ini lagi.Sesungguhnya aku telah redha pada kehendak takdir. Izinkan aku pergi melyari sisa-sia tidurku.

Yang Tulus
-Gadis terluka-

-

No comments:

Post a Comment